Experience Music Differently
Selepas Mocca Last Show Juli kemarin, setelah Arina hijrah ke negeri Paman Sam, belum ada lagi gebrakan baru dari para personilnya yang tedengar oleh kami. Hingga kami stumbled upon dengan satu band baru bernama The Triangle. Setelah membaca press release yang menyebutkan bahwa salah satu personilnya adalah Riko Prayitno, bassis dari Mocca, kami berpikir “ah, ini dia yang ditunggu-tunggu!”

Disini Riko berkolaborasi dengan dua orang lainnya: Fikri (gitaris Vincent Vega) dan Cil (gitar dan vokal) yang kebetulan dikenal Riko dari acara regular open mic di Beat and Bite Café setiap Jumat malam. Konsep tiga orang inilah yang akhirnya membuat mereka menamakan diri The Triangle. Meskipun di press releasenya band ini disebutkan baru terbentuk pada pertengahan tahun 2011, kami mendapati bahwa twitter page mereka telah dibuat sejak akhir 2010 (3 Desember 2010 tepatnya), maka bisa jadi project band ini telah mengembrio sejak saat itu.
Membawakan aliran indie rock dengan pengaruh band rock alternative dari Radiohead hingga Snow Patrol, The Triangle berusaha membalut musik yang galau nan megah dengan dukungan oleh beberapa additional player seperti Koi (drum) yang juga penggebuk drum di Ansaphone, Agung (keyboard), Tommy (trumpet), dan Dian (trombone).
Single perdananya How Could You, yang bisa didownload gratis disini, terdengar begitu gloomy dan dark membuat saya teringat masa-masa keemasan shoegaze sekitar tahun 2004-2006. Bayangan yang terlintas di imajinasi saya ketika mendengar lagu ini adalah mengendarai mobil selepas senja sehabis hujan di kota Bandung, habis diputusin pacar dan tidak tahu mau apa. Ramai tapi merasa sendiri dan terasing.
Which makes me wonder, does Riko actually do that when he wrote this piece?
17 October 2011 · Comments